- Pernah ngasih kado spesial ke mantan ceweknya yaitu CD berisi 7 lagu yang dinyanyikan dan diciptakannya sendiri. (unyuu, saya mauuu)
- Pernah pacaran sama cewek yang beda agama, tapi ujung-ujungnya putus. Makanya sekarang Bisma picky banget kalo urusan pacaran.
- Gara - gara sibuk sama SM*SH, Bisma terpaksa cuti dari kuliahnya di UNIKOM Bandung.
- Walopun gabung di boyband yang kesannya kurang jantan, ternyata Bisma penggemar musik Rock dan Jazz lho.
- Hobi banget koleksi topi, jam, gelang, juga kalung.
- Momen paling romantis yang pernah dialami Bisma : liburan ke pantai bareng pacarnya, pegangan tangan, lari-larian di pinggir pantai, trus jatuh berdua bareng kayak di film-film gitu. (envyyyy sumpah!! T.T)
- Jago bikin animasi - animasi lucu. Trus pernah bikin motion picture khusus buat kado anniversary yayangnya. (envy again!)
- Bisma harus kehilangan setengah jari telunjuk tangan kirinya akibat ulah geng motor.
Tidak hanya itu, Bisma juga mendapati kepalanya bocor, telinga yang nyaris putus dan bekas luka mendalam lantaran terkena pisau daging yang berukuran sangat besar. “Kalau dihitunug jari saya cuma sembilan setengah, dua jari yang lain juga ikut patah, di dekat telinga dan punggung. Pokoknya total 250 jahitan,” cerita pria berkawat gigi itu.
Musibah yang terjadi di Bandung tahun 2007 lalu itu memang menjadi mimpi yang sangat kelam bagi Bisma, bahkan seluruh keluarganya. Bagaimana tidak, saat itu Bisma tidak terlibat geng motor manapun dan hanya sedang melintas jalan dengan kendaraan roda duanya pukul sebelas malam. Namun tiba-tiba ia mendapat perlakuan yang sangat kejam tersebut.
Usai terjadi kejadian itu, Bisma dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Baru setelahnya ia dipindahkan untuk mendapat pengobatan yang lebih maksimal. “Saat itu saya langsung ditolong sama orang trus dibawa ke Rumah Sakit terdekat setelah itu dibawa ke Rumah Sakit yang kedua,” kenangnya. Karena hal tersebut, Bisma harus beristirahat total selama tiga bulan. Meski begitu ia mengaku tidak menyimpan dendam kepada orang-orang yang pernah menyakitinya. “Sakit hati itu pasti tapi pakai ilmu ikhlas saja dan jangan jadi pendendam,” ujar Bisma dengan logat Sundanya.
Kejadian yang menimpa Bisma, memang tidak pernah ada dalam perkiraannya. Untuk itulah ia menghimbau kepada siapapun untuk selalu berhati-hati. “Yang jelas kita harus hati-hati karena kita nggak tahu apa yang bakal terjadi sama kita di luar sana,” tuturnya.




0 komentar:
Poskan Komentar